Reversible Watermarking

15 05 2012

 

Teknik watermarking digital atau dapat disebut dengan teknik penandaan air digital digunakan apabila ada kebutuhan untuk menyisipkan informasi (watermark) ke dalam suatu berkas digital secara tidak terlihat. Secara aplikasi teknik ini banyak digunakan untuk perlindungan hak cipta ataupun penanda integritas suatu media digital. Secara umum suatu teknik watermarking diharapkan memenuhi kriteria robustness,  imperceptibility, serta readily embedding and retrieving. Kriteria robustness disini berarti skema watermarking harus tahan terhadap perusakan berkas digital dimana watermark yang ada didalam berkas digital tersebut masih dapat dikenali ketika terjadi perusakan. Kriteria imperceptibility ditujukan untuk menjaga degradasi kualitas berkas digital antara sebelum dan sesudah proses watermarking masih bisa diterima. Suatu watermark dapat disisipkan secara terlihat (visible) ataupun tidak terlihat (invisible). Namun untuk mengurangi resiko serangan, sebagian besar teknik yang dikembangkan bersifat tidak terlihat dan proses penyisipan-pengambilan kembali watermark seharusnya secara mudah dan rahasia dilakukan oleh pembuat watermark (Feng, Lin, Tsai, & Chu, 2006).

Pada beberapa terapan aplikasi di lapangan, beberapa bidang tidak memiliki toleransi terhadap kesalahan yang ditimbulkan oleh proses penyisipan, misalnya diagnosa medis, pengenalan hasil investigasi militer dan eksplorasi ruang angkasa. Teknik reversible watermarking (invertible/lossless) digunakan ketika ada kebutuhan autentikasi terhadap dokumen digital dan mendapatkan kembali isi awal dokumen (pemulihan) setelah proses ekstrasi watermark (Caldelli, Filippini, & Becarelli, 2010).

Selain karakteristik robustness, imperceptibility, dan readily embedding and retrieving, reversible watermarking memiliki karakteristik tambahan, yaitu  :

1.    Blind

Tidak seperti skema watermarking konvensional, reversible watermarking tidak membutuhkan berkas media asli untuk mendapatkan kembali watermark yang disisipkan, sehingga dikatakan blind.

2.    Higher Embedding Capacity

Embedding Capacity adalah ukuran kapasitas penyisipan informasi. Dikarenakan skema reversible watermarking harus menyisipkan informasi recovery dan watermark ke dalam berkas media asli, maka kapasitas penyisipan dari skema ini lebih besar dibandingkan skema watermarking konvensional. Kapasitas penyisipan ini tidak boleh terlampau kecil karena akan mempengaruhi akurasi hasil pengambilan kembali watermark dan revovery berkas media asli
 watermarking dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu fragile dan semi-fragile.  Sebagian besar teknik yang berkembang berada pada kategori fragile yang bertujuan bahwa watermark yang disisipkan akan menghilang ketika ada modifikasi terhadap dokumen digital tempat watermark tersebut disisipkan, hal tersebut untuk menunjukkan bahwa integritas data telah terganggu. Pada sebagian kecil lainnya, masuk pada kategori semi-fragile dimana watermark dapat bertahan terhadap proses yang tidak terencana yang mungkin terjadi pada dokumen digital, misalnya kompresi JPEG pada gambar. Pada kategori ini beberapa teknik dapat juga didefinisikan sebagai robust, yang berarti mampu mengatasi serangan yang disengajakan, misal filtering, pemotongan media, kompresi dan lain sebagainya. Pada keseluruhan kategori, teknik watermarking yang dikembangkan bekerja dalam domain spasial atau domain transformasi. Teknik reversible watermarking dapat pula diklasifikasi menjadi 3 kelas, yaitu  teknik yang menerapkan kompresi data, difference expansion, dan histogram in exchanging.

(BERSAMBUNG – Invertible watermarking pada peta vektor digital)

Pustaka :

Caldelli, R., Filippini, F., & Becarelli, R. (2010). Reversible Watermarking Techniques: An Overview and a Classification. EURASIP Journal on Information Security, 2010, 1-19. doi:10.1155/2010/134546

Feng, J.-bang, Lin, I.-chang, Tsai, C.-shyong, & Chu, Y.-ping. (2006). Reversible Watermarking : Current Status and Key Issues. International Journal of Network Security, 2(3), 161-170. doi:10.1.1.97.507

 

 



Menulis Studi Literatur

11 05 2012


 Pengertian :

Sebuah studi literatur merupakan survei dan pembahasan literatur pada bidang tertentu dari suatu penelitian. Studi ini merupakan gambaran singkat dari apa yang telah dipelajari, argumentasi, dan ditetapkan tentang suatu topik, dan biasanya diorganisasikan secara kronologis atau tematis.

Studi literatur ditulis dalam format esai dan bukan merupakan bibliografi beranotasi, karena studi ini mengelompokkan hasil-hasil pekerjaan secara bersama dan membahas arah perkembangannya, daripada berfokus hanya pada satu hal pada suatu waktu. Pekerjaan ini bukan meringkas, melainkan mengevaluasi penelitian sebelumnya dan saat ini dengan memperhatikan relevansi  serta manfaatnya dengan penelitian yang Anda lakukan.

Tujuan :

Sebuah studi literatur ditulis untuk menyoroti argumen spesifik dan ide dalam suatu bidang studi. Dengan menyoroti argumen ini, Anda berusaha untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari di lapangan, dan juga di mana kelemahan, kesenjangan, atau daerah yang memerlukan studi lebih lanjut. Tinjauan tersebut harus juga menunjukkan kepada pembaca mengapa penelitian Anda berguna, perlu, penting, dan valid.

Sasaran :

Dalam pembuatan studi literatur perlu dipertimbangkan mengapa dan untuk siapa tulisan tersebut Anda buat. Sebagai contoh, sebagian besar studi literatur dituliskan sebagai suatu bab dari tesis atau disertasi, dimana pembaca ingin ditunjukkan bagaimana penelitian Anda itu penting dan asli/orisinil.  Menyoroti kesenjangan dalam pengetahuan yang akan Anda isi dengan penelitian Anda sangatlah penting karena Anda perlu menyakinkan pembaca bahwa ada peluang pada bidang studi tersebut.

Sebuah studi literatur dalam proposal juga mencoba menyakinkan pembaca tentang pentingnya dan kelayakan dari proyek yang diusulkan. Sebaliknya, bila Anda menulis kajian literatur untuk suatu mata kuliah, dosen Anda mungkin ingin Anda tunjukkan bahwa Anda memahami apa penelitian yang telah dilakukan yang memberikan Anda dasar pengetahuan.  Dalam hal ini, Anda  tidak perlu fokus untuk membuktikan letak kesenjangan/gap dalam penelitian, melainkan bahwa Anda tahu bidang utama penelitian dan ide-ide kunci disana.

Studi literatur seharusnya menjawab :

  1. Apa yang telah dikerjakan pada daerah topik ini sampai saat ini ? Apa saja yang penemuan penting, konsep-konsep kunci, argumen, dan / atau teori-teori yang penelitian lain sudah ajukan ? yang mana merupakan hasil-hasil pekerjaan yang penting ?
  2. Pada area mana dari topik penelitian sebelumnya telah terkonsentrasi? Apakah ada perkembangan yang dari waktu ke waktu? Metodologi apa yang telah digunakan?
  3. Apakah ada kesenjangan dalam penelitian? Apakah ada bagian yang belum didekati, padahal seharusnya dilakukan? Apakah ada cara baru untuk melihat topik ini?
  4. Apakah ada perbaikan metodologi untuk penelitian bidang ini ?
  5. Apa arah masa depan yang dibutuhkan dalam  penelitian ini?
  6. Bagaimana penelitian Anda membangun atau berangkat dari penelitian yang saat ini dan sebelumnya terkait dengan topik tersebut? Apa kontribusi riset Anda akan membuat ke lapangan?

Ada dua struktur atau cara mengorganisasikan studi literatur :

  1. Kronologi

Pada struktur ini, anda akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber publikasi sesuai urutan kemunculannya, menyoroti perubahan dalam penelitian di bidang ini dan topik spesik anda dari waktu ke waktu. Metode ini berguna untuk paper yang berfokus pada metodologi penelitian, makalah historiografi, dan tulisan lain di mana waktu menjadi unsur penting

  1. Tematik

Dalam struktur ini, Anda akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber Anda sesuai tema atau topiknya. Cara ini lebih kuat secara pengorganisasian, dan membantu menahan keinginan Anda untuk merangkum sumber-sumber pustaka Anda. Dengan mengelompokkan tema atau topik penelitian bersama, Anda dapat menunjukkan jenis topik yang penting dalam penelitian Anda.

Sebagai catatan penutup : Apapun metode yang Anda pilih, perlu diingat dalam setiap bagian dari studi literatur , merupakan hal penting untuk membahas bagaimana penelitian tersebut berhubungan dengan penelitian lainnya (bagaimana persamaan atau perbedaannya, apa yang sudah penelitian lain lakukan, dll) untuk menunjukkan keterkaitan dengan pekerjaan Anda sendiri. Untuk inilah studi literatur diperlukan : “jangan tinggalkan keterkaitan”.

(sumber : http://www.smu.ca/administration/library/litrev.html )



Dokumentasi Mk Filsafat Ilmu

6 12 2011

Foto-foto ini diambil pada hari Senin, 6 Desember 2011, pukul 16.00WIB selepas kami selesai melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Filsafat Ilmu Program S3 STEI-ITB dengan dosen Prof Kuspriyanto. Semoga berkah ilmu yang telah kami peroleh selama menjalani mata kuliah ini. Dan jangan lupa kepada rekan-rekan semua untuk upload softfile jawaban UAS ke http://edu.cloudteamwork.com/.

Salam Monte Carlo :)

Mahasiswa S3 STEI-ITB tahun 2011 bersama Prof Kuspriyanto

Pak Urip, Pak Fikry, dan Pak Abdulloh

 

 

Pak Sumadi, Bu Titin, Bu Dwiza, Pak Bayu, Pak Tedjo, dan Pak Rahmat

 




morning discussion of steganography.

26 05 2010

This morning I got the opportunity to fill the scientific discussion of computer science magister studenst. Departure from home with a hurry and racing with  Mr. Oke on the road (yay i win ..:), apparently after arriving on campus .. oh no, classrooms were empty. Armed with instructions from Mr. Sony, at 9 regardless of the number of participants, the event should begin. Discussions began with the presentation of material on information security, especially steganography. discussion starts from the definition, history, techniques to research that has been done, then followed by  discussions with students.  Below I attach the material in ppt format : steganography (sttt. .. the link is not working, wait for it 😉 ) . Hopefully useful.



Training

25 05 2010

This day,  I’m training on creating a personal web blog at IPB. Training in guided by ahmad faozan, located in merpati cyber – IPB darmaga . We’ll see what can I display on my website after training this :)



Welcome

25 05 2010

Welcome to my website. I use this web site to learn how to write and share information with others. Please provide feedback and share ideas for my writings. Thank You